Menukar Iman dengan Mie Instan!

Materi untuk dibaca ya!

Suatu ketika Abu Tholib, paman Rasulullah Muhammad mendatangi Nabi Muhammad.  Abu Tholib membawa pesan dari kaum musyrikin Qurays. Abu Tholib berkata, ” Wahai Muhammad, orang-orang Qurays akan memberikan apapun yang Engkau minta. Engkau minta harta, maka harta mana saja yang Engkau suka maka ambilah. Engkau ingin menjadi raja, maka kami akan mengangkatmu menjadi raja. Atau Engkau ingin wanita, maka pilihlah wanita Qurays yang paling cantik untuk kamu nikahi. Akan tetapi Engkau harus berhenti mengajarkan Islam kepada orang-orang.

Coba kalau yang ditawari seperti itu adalah kita. Apa yang akan kita jawab? Mungkin yang ditawarkan kita harta yang sedikit saja kita sudah milih meninggalkan agama kita kan? Tapi apa jawab Nabi Muhammad, “Wahai Pamanku, Katakanlah kepada orang-orang Qurays, seandainya mereka mampu meletakkan Matahari dan Bulan pada kedua tanganku maka tidak akan akan aku tinggalkan islam ini”. Luar biasa! Teman-teman, begitulah seharusnya kita mempertahankan islam. ditawari apapun iman tidak boleh kita lepaskan. Dalam semua kondisi, kita sedang kesusahan mungkin, tidak punya uang untuk sekolah dan sebagainya.

Teman-teman….. Saya ada pengalaman menarik yang pernah terjadi di daerah  sekitar tempat tinggal saya di Semarang. Daerah pedesaaan yang  memiliki pemahaman agama yang  kurang baik. Sehingga tidak sedikit diantara mereka yang melepas begitu saja keimanan dan keislaman yang telah dianutnya.

Daerah saya memang kondisi ekonominya kurang, sehingga ketika datang iming-iming bantuan beras, mi instan, les untuk anak sekolah, beasiswa, dan sebagainya mereka rela melepas agama islam. Inilah yang seharusnya tidak boleh terjadi. Ketika kita sedang kekurangan, maka Allah adalah tempat meminta kita. Bila sudah berdo’a kok belum dikabulkan berarti kita sedang diuji kesabarannya. Banyak juga yang melepaskan islam karena mengikuti agama suami atau istrinya, ini pun tidak boleh terjadi. Kita harus menjaga baik-baik agama kita. Sampai kapanpun.

Teman-teman… Agama adalah segala-galanya yang akan menyelamatkan kita di akhirat, sedangkan dunia (Harta, Suami/istri, pangkat, dll) tidak ada nilainya di sisi Allah. Coba perhatikan sabda Rasulullah berikut : ” Perumpamaan dunia dibandingkan dengan akhirat adalah seperti jari yang dicelupkan ke dalam lautan yang sangat luas kemudian diangkatnya jari tersebut. Dunia itu adalah air yang tersisa pada jari itu, sedangkan akhirat adalah lautan yang sangat luas.”. Teman-teman mau pilih yang mana?

Pesan saya marilah kita jaga iman kita agar kita bisa selamat di akhirat kelak. Jangan sampai islam ini terlepas… tetep semangat ngaji ya…..

Moez Lie Mien
Code, 30 Syawal 1431 H, 6:43.

Tentang tpaalikhlas

Kami adalah Generasi Islami dari Sendowo Kidul, Gunung Kidul
Pos ini dipublikasikan di Dunia Islam. Tandai permalink.

4 Balasan ke Menukar Iman dengan Mie Instan!

  1. Aniecca senkid berkata:

    Sy jg lo diiming”n appun jg gx akn mningglkn iman kq!dn pst’a sy plh surga!

  2. La trz bgimn kelnjtn didaerah maz tersbt?¿apa ckrg sdh blx n0rmal atau mreka msh ttp meninggalkn islam demi hrta&bantuan terzbt?¿

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s